Akhirnya kita masuk ke minggu ke-2. Hai selamat datang di minggu ke-2 ini
sekarang kita akan fokus tentang software development models sebelum kita masuk software development models ini
kita akan bahas dulu tentang software development life cycle. Jadi simple war itu kita sebutnya aja SDLC.
SDLC software development life cycle jadi ini sebenarnya adalah set of proses yang digunakan untuk mengembangkan sebuah software.
Proses-proses yang apa aja yang ada di dalamnya kita akan fokus bahas di sini
dan model-modelnya apa saja kita akan fokus di sini.
Terus direkomendasikan untuk menggunakan dan mengikuti SDLC ini
ketika proyeknya sedang berjalan atau dalam tahap development terus bagus juga SDLC ini
untuk komunikasi antara hal-hal yang teknikal dan nonteknikal activity.
Jadi tujuan utamanya sebenarnya untuk menghasilkan software yang benar-benar bagus gitu itu tujuan utamanya.
Nah kenapa SDLC ini benar-benar diperlukan nah seperti yang tadi itu benar-benar diperlukan
karena untuk meningkatkan kualitas software terus untuk menentukan goals.
Jadi developer itu tahu sebenarnya yang mereka kembangkan itu apa
yang user benar-benar inginkan dari sebuah software yang dikembangkan itu apa.
Jadi developer ini bisa mengerti gitu terus mengurangi juga kemungkinan kelemahan sistem.
Biasanya kalau metode yang kita gunakan enggak bagus untuk software development ini
asal bikin aja jadi asal jadi nanti bisa-bisa software nya memiliki banyak vulnerability
terus bagus juga dan perlu juga SDLC ini untuk management control.
Jadi untuk manage dari tim nya kita agar organisasi kita lebih baik dalam pengembangan software.
Terus bisa juga untuk dokumen yang lebih efektif dan memastikan arsitektur dan desain yang lebih aman.
Yang terakhir adalah kenapa SDLC ini benar-benar diperlukan?
Agar software yang kita buat itu sesuai dengan ekspektasi dari klien.
Nah stage nya udah sempat saya utarakan di week pertama.
Stage yang biasa yang terjadi di software development life cycle ini yang pertama adalah
project kick off atau inisiasi nah inisiasi dilakukan ketemu antara dua belah pihak yang ingin mengembangkan software tersebut
terus mereka melakukan requirement gahering setelah requirement gathering
mereka melakukan analisa setelah analisa masuk ke tahap desain baik dari sisi arsitektur dan sistem desainnya.
Baru masuk ke tahap development pengembangan utama dari software tersebut.
Setelah tadi yang saya bilang development itu dilanjutkan dengan integrasi dan testing.
Baru setelah testing tersebut dilakukan deployment atau go live nah setelah go live
semuanya nanti di software development life cycle itu dilakukan operation dan maintenance.
Jadi setelah operation dan maintenance tersebut kalau ada update-update lagi
nanti akan terjadi kick off atau inisiasi lagi nah life cycle nya begitu terus
berputar terus seperti itu sampai software yang dibuat itu benar-benar bagus dan
sesuai dengan requirement bisnis dari user dan developer juga lebih happy gitu.
Nah di software development life cycle ini ada poin-poin pentingnya.
Yang pertama itu entry kriteria nya, yang ke-2 exit kriteria jadi 2 poin penting ini
sangat menentukan ketika perputaran life cycle di software development ini.
Misal yang pertama di kick off stage atau initiating tadi yang inisiasi.
Jadi entry point nya itu adalah input dari user atau requirement-requirement yang dimiliki oleh user
dikumpulkan, dikumpulkan semuanya dari user nya dari stakeholder dari aplikasi yang kita kembangkan
itu jadi input di kick off tersebut nah output nya itu yang akan jadi exit kriteria
itu adalah acception dari project planning, acception tersebut nanti pindah ke fase berikutnya atau stage berikutnya.
